Website statistic:
Jumlah Kunjungan   :
1128601
PUBLIKASI
Buku Kumpulan Inovasi PROPER 2017
Dari penerapan kriteria PROPER selama 4 tahun terakhir terdapat satu kata kunci yang membedakan perusahaan yang unggul dan tidak, yaitu inovasi. Inovasi dalam PROPER harus dapat menunjukkan unsur kebaruan, mengkuantifikasi dampak positif terhadap lingkungan, mengkuantifikasi keuntungan ekonomi (penghematan biaya) dan menunjukkan pertambahan nilai (Creating Value) bagi karyawan, konsumen dan masyarakat. Hasilnya, pada tahun 2015 tercatat sebanyak 150 inovasi tercapai. Tahun 2016 terdapat 260 inovasi dan tahun 2017 terjadi peningkatan sebesar 54% dari tahun sebelumnya, yaitu menjadi 401 inovasi. Inovasi mendorong efisiensi biaya sebesar Rp. 53.076.831.869.933,00 pada tahun 2017 dari upaya efisiensi energi, penurunan emisi, 3R limbah B3, 3R limbah non B3, efisiensi air dan penurunan beban pencemaran air.
 
Buku ini diharapkan dapat memberikan informasi berkaitan dengan kegiatan dan inovasi yang dilakukan oleh industri PROPER. Diharapkan dapat dimanfaatkan dengan sebaik - baiknya oleh pihak - pihak yang membutuhkan.

 

Link download:

Buku Kumpulan Best Practice dan Inovasi Industri PROPER 2017.

 

Dokumen Ringkasan Kinerja Pengelolaan Lingkungan (DRKPL) PROPER 2013

Organisasi seperti halnya organisme harus dapat beradaptasi dengan kondisi lingkungannya untuk dapat bertahan hidup dan berkembang. Organisasi yang gagal berubah akan mati dan punah, sebaliknya yang mampu beradaptasi akan terus tumbuh dan berkembang. Pentingnya adaptasi ini tercermin dari perubahan paradigma organisasi sesuai dengan tantangan zaman. Paradigma organisasi birokrasi yang dikembangkan Max Weber merupakan arus utama pengembangan organisasi pada tahun 1900an. Pada tahun 1950an konsep ini dianggap usang karena dinilai tidak dapat lagi menjawab tantangan dan perkembangan industrialisasi. Karenanya paradigma organisasi berbasis kinerja Peter Drucker menggantikan paradigma Max Weber. Dalam perkembangannya indikator kinerja ternyata seringkali memberikan gambaran keliru terhadap keberlajutan organisasi. Indikator kinerja yang berorientasi jangka pendek seringkali tidak dapat mengidentifikasi kelemahan-kelemahan sistemik dalam organisasi. Ketika terjadi suatu krisis, organisasi tidak mampu beradaptasi dengan cepat karena gagal belajar untuk memperbaiki akumulasi kelemahan-kelemahan sistemik. Paradigma organisasi berbasis kinerja mulai ditinggalkan digantikan dengan organisasi pembelajaran. Organisasi pembelajaran menurut Peter Senge (2000) adalah organisasi yang manusia-manusianya terus-menerus meningkatkan kapasitasinya untuk menciptakan hasil-hasil yang sungguh-sungguh mereka inginkan, terus-menerus mengembangkan dan memelihara pola-pola pikir baru yang sistemik, membebaskan aspirasi-aspirasi kolektif berkembang dan terus-menerus belajar bagaimana belajar bersama secara sinerjik.

PROPER merupakan salah satu sarana kebijakan (policy tool) yang dikembangkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dalam rangka mendorong penaatan penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan terhadap berbagai peraturan perundang-undangan di bidang lingkungan hidup, melalui instrumen informasi dengan melibatkan masyarakat secara aktif. Oleh sebab itu, PROPER terkait erat dengan penyebaran informasi kinerja penaatan masing-masing perusahaan kepada seluruh pemangku kepentingan pada skala nasional.

Kementerian Lingkungan Hidup juga mendisain PROPER sebagai organisasi pembelajaran yang akan mendorong pemikiran-pemikiran baru dan memfasititasi proses belajar terus menerus secara sinerjik bagi para pemangku kepentingan. Banyak best practice pengelolaan lingkungan hidup yang telah teridentifikasi dan terjaring dalam proses penilaian PROPER.  Best practice ini perlu disebarluaskan untuk mendorong perusahaan-perusahaan lain untuk mereplikasi, mengadopsi dan mengembangkan sesui dengan nilai-nilai sumber daya dan karakteristik internal dan eksternal perusahaan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mempublikasikan Kumpulan Dokumen Ringkasan Pengelolaan LIngkungan Hidup PROPER 2013 Peringkat Emas.

Berikut Dokumen Ringkasan Kinerja Pengelolaan Lingkungan Hidup PROPER 2013:

1. PT. Badak NGL

2. PT. Bukit Asam (Persero) Tbk. Unit Pertambangan Tanjung Enim

3. Chevron Geothermal Indonesia - Darajat

4. Chevron Geothermal Indonesia - Salak

5. PT. Holcim Indonesia, Tbk - Cilacap Plant

6. PT. Indocement Tunggal Prakarsa, Tbk. - Pabrik Palimanan

7. PT. Jawa Power

8. PT. Medco E&P Indonesia - Rimau Asset

9. PT. Pertamina Geothermal Energy Area Kamojang

10. PT. Pertamina (Persero) S&D Regional II Terminal BBM Rewulu

11. PT. Semen Indonesia (Persero), Tbk. - Pabrik Tuban

12. PT. Unilever Indonesia, Tbk - Pabrik Rungkut

 

The Gold For Green

THE GOLD FOR GREENUntuk menjalankan bisnis yang berhasil, adalah penting untuk memperhatikan tren-tren di industri dan pasar dunia secara keseluruhan. Bagi mereka yang mengikuti saran ini, akan dapat melihat dengan mudah bahwa salah satu tren yang paling penting belakangan ini adalah upaya yang meluas untuk “jadi hijau” (go green). Praktik-praktik keberlanjutan dan operasi-operasi yang ramah lingkungan sudah menjadi standar di setiap industri. Tetapi mengapa demikian banyak perusahaan begitu bersemangat untuk bergabung dalam perubahan lanskap perniagaan dunia ini? Kabarnya, dengan mengadopsi praktikpraktik ramah Lingkungan akan meningkatkan nilai perusahaan, membuat pelanggan senang, Dan melindungi masa depan planet kita. Ini benar jika dikaitkan dengan proses-proses industri dan pabrik-pabrik. Nyatanya, banyak pakar sepakat  bahwa jika sebuah bisnis ingin sukses dalam jangka  panjangnya, ia harus jadi hijau!

PUBLIKASI


Publikasi PROPER 2014.pdf


A JOURNEY TO GOLD.pdf


Kriteria dan Mekanisme PROPER (Permen 06 2013).pdf


131213143528SLIDE HIJAU dan EMAS FINAL_.pdf


Petunjuk Teknis Dekon PROPER 2014.pdf


131219054059Publikasi PROPER 2013.pdf


THE GOLD FOR GREEN.pdf


PUBLIKASI PROPER 2012.pdf


131219065049Buku Indikator Proper Hijau(Comdev).pdf


PUBLIKASI PROPER 2015.pdf


 
©SEKRETARIAT PROPER KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN
Jl. D.I. Panjaitan Kav. 24 Kebon Nanas Jakarta Timur - Gedung B Lantai 4 - Indonesia 13410
Telp/Fax : 021-8520886 / 021-8580105. Email : sekretariatproper@gmail.com